Kolaburasi Digital Asinkron dalam Pembelajaran/ Penugasan.

November 14, 2018

Salahsatu manfaat teknologi informasi untuk tujuan pembelajaran adalah; memungkinkannya para peserta didik untuk berkolaburasi baik secara tersinkron maupun terasinkron secara digital. Sebagai implementasinya dapat dilakukan melalui platform Cloud for Education (MS 365 atau G-Suite). Sebagaimana diketahui, skil kolaburasi digital, merupakan salahsatu bagian terpenting dari skil yang harus dimiliki masyarakat dan pembelajar abad 21.

Salahsatu bentuk praktek kolaburasi digital asinkron dalam pembelajaran dengan platform tertentu adalah penugasan karya tulis kelompok. Disini, para perserta didik dapat bekerjasama secara digital untuk menyelesaikan karya tulis ilmiah dibawah pengawasan dan bimbingan pendidik dalam ruang dan waktu yang tidak mesti sama. Meski demikian, aktivitas pada pembelajaran dan penyelesaian tugas tersebut terfokus pada obyek yang sama. Hasil akhir dari aktivitas yang dilakukan akan menciptakan satu karya bersama yang terdokumentasi secara sangat sistematis dan rapih.

Semua aktivitas yang dilakukan selama masa pengerjaan dapat di”tracking” secara sangat detail dan terarah. Kehandalan dari fitur yang tersedia dari teknologi Cloud untuk pendidikan seperti ini, tidak saja menjadikan proses pengajaran, pembelajaran dan penugasan berjalan lebih fleksibel, efektif dan efesien, namun juga menjadikannya lebih transparan, akuntabel dan objektif.

Contoh penyelesaian karya tulis secara kolaburatif dengan G-Suite (Google Document)

 

Tampilan Microsoft Teams, dengan fitur Onenote terintegrasi untuk kebutuhan Pembelajaran Kolaburasi

 

Lesson Learned
Implementasi nyata penggunaan platform pembelajaran digital secara masif dan terbimbing, merupakan langkah dalam mengarahkan penggunaan sumberdaya digital yang dimiliki oleh lembaga maupun individu secara lebih terarah dan nyata untuk pendidikan. Hal ini selain akan menambah kualitas literasi digital peserta didik, juga akan ikut memitigasi dampak buruk dari penggunaan sumberdaya digital yang akhir-akhir ini mulai dirasakan akibat tidak terarahnya penggunaan perangkat digital tersebut.

Lembaga pendidikan dan para pendidik, seharusnya tidak lagi hanya berhenti pada kekaguman atas fitur dan manfaat teknologi digital, dan hanya menjadikannya tren topik pembahasan pada seminar dan pertemuan-pertemuan ilmiah. Saatnya kini menetapkan pilihan platform pembelajaran digital yang akan digunakan secara masif. Memulai, membiasakan dan membudayakan penggunaannya sehingga potensi digital stakeholder dapat tercerahkan dengan literasi yang benar dan bermanfaat kini dan akan datang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *