Diskursus mengenai pemanfaatan sumber daya digital pendidikan

March 24, 2020

Fenomenanya, kita dihadapkan oleh berbagai macam platform, perangkat teknologi, sistem, aplikasi ini dan itu untuk pembelajaran. Seakan-akan seluruh stakeholder dalam dunia pendidikan diarahkan untuk menjadi seorang yang harus berada di level “computer science”. Padahal ini keliru!!!

Masalahnya, pemanfaatan sumberdaya digital didasari atas pertimbangan yang kurang tepat. Penyelenggara pendidikan melepaskan warganya untuk terlalu bebas dan terkesan liar dalam memilih dan memberdayakan sumberdaya teknologi yang begitu beragam.

Faktanya, penggunaannyapun terkesan sporadis, semua aplikasi ingin digunakan, coba-coba, dan tidak ada yang tuntas satupun.

Yang kita butuhkan adalah FOKUS!
Fokus, karena tentunya penguasaan dan penggunaan teknologi yang beraneka ragam akan menyita waktu yang tidak sedikit, penguasaan dan penerapannya pun dipastikan akan setengah-setengah, tidak total, merepotkan, tidak aman, karena data akan tersebar kemana-mana.

WoW, Hebat, Melek TI.
Penggunaan edtech yang beragam dan liar memang akan terkesan “keren” dan penggunanya pun terlihat “melek TI”
Itu hanya terjadi ketika TI untuk pendidikan hanya dipandang sebatas trend, show force, melunasi kewajiban proyek, orientasi peliputan media massa dan lainnya, diluar fungsi fundamentalnya.
“Mengacak-acak” penggunaan edtech memang sangat WoW terlihat, namun tidak memiliki efek kultur profesional yg terintegrasi.

Solusinya, suatu lembaga pendidikan harus memilih 1 platform yang tepat, melalui proses pertimbangan, konsultasi, seleksi dan evaluasi dan yang baik. Dan menyosialisasikannya dengan edukasi literasi yg sistematis, mulai dasar, standar, sampai pada tingkat profesional dan ahli.
Bukannya, tiba masa tiba akal, yg mengakibatkan perangkat kita dipenuhi dengan berbagai aplikasi yang tak 1 pun dikuasai dengan baik.

Memutuskan dan menggunakan edtech itu tidak asal, jika asal, outputnya pun asal. Semuanya berproses dan bertahap dan sebenarnya tidak sulit, karena ahli dan best practice sudah banyak.

Proses yang paling menentukan disini adalah
Proses awal dalam merencanakan dan memilih platform:
Mana platform edtech yang reliable; variabelnya, misalnya ketersediaan/uptime, pengintegrasian, keamanan, kekayaan fungsinya, kemudahan penggunaannya, ketaatannya akan aturan data dan informasi, sertifikasi teknologi dll.

Proses lainnya adalah edukasi:
Bagaimana proses sosialisasi literasi dan penguasaan teknisnya; untuk level dasar, untuk peserta didik, untuk pendidik, untuk orangtua, untuk administrator, untuk expert dll.
Intinya platform yang baik, akan menyediakan semuanya, bukan sekedar menyediakan teknologinya, namun termasuk panduan penguasaan yang lengkap dan sistematis. Tersedia untuk self directed sampai untuk professional development.

Proses selanjutnya adalah pengintegrasian:
Terintegrasi tidak saja dalam proses pedagogik, tapi juga untuk kebutuhan administrasi, komunikasi bahkan sampai pada urusan kecil yang terkait dengan pelaksanaan aktivitas di suatu lembaga pendidikan.

So? Be smart, tech can make you fool.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *